Monday, October 8, 2012

Musim Semi

Musim panas berakhir, matahari perlahan menyembunyikan rupanya dibalik semesta, merelakan sinarnya ditelan awan gelap yang tak berirama. Membiarkan pepohonan sekarat dan meringis hingga daun-daunnya terhempas, terbawa angin hingga tak tersisa, meninggalkan ranting-ranting cokelat pudar.
Hujan turun rintik-rintik kemudian deras, membasahi setiap sudut kota kecil di selatan prancis.
Dingin...
Namun ingin rasanya aku berlari kencang menembus derasnya hujan, telanjang kaki, lalu berteriak keras hingga tak mampu lagi aku mendengarnya, meminta surya melawan katulistiwa, kemudian kembali, hangat yang ku nanti ...

Tuesday, October 2, 2012

Penelitian kecil-kecilan (Prancis-Indonesia)


Hai hai kawan, saya mau sedikit cuap-cuap tentang apa yang udah rasakan dan saya lihat terhadap perbedaan antara Indonesia (terutama Jakarta) dengan beberapa kota di barat daya Prancis. Setelah dua bulan tinggal di salah satu kota di Prancis dan jalan-jalan ke beberapa kota di negara ini, saya sadar (sebenernya si udah sadar dari zaman saya SMP) bahwa ibu kota Indonesia di mana saya tinggal selama 17 tahun itu agak atau memang sangat kacau. Kenapa saya bilang sangat kacau ? Ya kalian warga Indonesia tau sendiri lah ya. Well, kalau belum tau akan saya sebutin beberapa kekacauannya. Pertama dan yang selalu disebutin dalam setiap kesempatan seperti ketika sedang berlangsung  upacara sekolah adalah masalah SAMPAHsaya akan mengakui satu hal kalau masalah sepele ini terjadi karena pemerintah kurang memperhatikan hal kecil yaitu KEBERADAAN tempat sampah. Kenapa banyak sampah di jalan ? Sebenernya hal pertama itu bukan masalah kesadaran masyarakatnya, namun karena tidak ada banyak tempat sampah di tanah air kita ini, jadi ketika masyarakat mau buang sampah –tengok kanan, kiri, depan, belakang, atas, bawah– ga ketemu tempat sampah, jadi dengan perasaan bersalah maupun tidak, mereka buang sampah TIDAK pada tempatnya. Ya mungkin kalau sampahnya kecil dan cuma satu atau dua buah masih bisa mereka simpan sampai ketemu tempat sampah; nah gimana sampahnya gede-gede dan banyak??? Ditambah lagi masih banyak masyarakat yang tidak peduli lingkungan, pantes aja sampah bertebaran di mana pun bagaikan cinta yang betebaran di hati kita #ehh :p
Di Prancis, setiap berapa langkah kaki pasti ada tempat sampah, ditambah kesadaran sebagian besar masyarakat eropa yang peduli lingkungan, jadi mudah saja bagi mereka untuk membuang sampah pada tempatnya (ibu/bapak kepala sekolah juga tidak perlu lagi buang waktu untuk ceramah di hadapanan muridnya untuk buang sampah pada tempatnya hehehe), jadi yang berserakan di jalanan itu bukannya sampah, tapi daun-daun yang berguguran :’) –ya ada si satu dua sampah yang berserakan di jalan, tapi ga sebanyak dan "serusuh" di Jakarta–
Setiap pagi akan ada mobil pembersih jalan yang akan menyapu jalan sampai benar-benar bersih (padahal yang ada di jalan cuma dedaunan kering –sekarang sudah masuk musim gugur– yang menumpuk), kalau di Jakarta ada mobil penyapu jalan kaya di sini, mungkin Jakarta akan lebih bersih ;)
               
Kedua adalah masalah kurangnya lahan hijau dan taman di Jakarta tercinta. Terlalu banyak mall dan gedung-gedung bertingkat sehingga tempat yang sebenarnya sangat penting ini terlupakan. Coba bayangkan kalau lagi libur, kita piknik sama teman atau keluarga di salah satu taman yang luas dan asri, pasti seru! Jangan kerjaannya ke mall dan belanja aja! Kalau ada taman dengan pepohonan yang rindang, kita jadi bisa duduk-duduk sambil ngobrol santai, dan polusi juga bisa berkurang karena ada pepohonan di taman.
Di prancis, kita bisa menemukan banyak lahan hijau dan taman dengan bangku-bangku yang disediakan untuk mereka yang ingin beristirahat sejenak atau sekedar duduk-duduk. Bahkan Paris pun tidak kekurangan lahan hijau dan taman.
Ya semoga saja bukan mall atau apartemen maupun gedung bertingkat lagi yang dibangun, tapi taman-taman luas yang dibuat –AMIN–
               
Hal yang ketida adalah masalah tata krama orang prancis. Salah satu dosen UNJ pernah bilang kalo orang prancis itu individualis tapi ga egois, kalo orang Indonesia egois bukan individualis, itu perbedaannya. Kalian paham apa maksut perkataan beliau ? saya baru bener-bener paham ketika saya sudah lihat dan merasakannya secara langsung. Perbedaan yang dimaksud beliau yaitu; bahwa orang prancis tidak egosi terlihat dari mereka yang sangat menghormati orang lain, tidak mementingkan diri sendiri dan mau mengalah, contoh simple; kendaraan bermotor –bus, mobil, motor, dll– akan mendahulukan sepedah atau pejalan kaki yang ingin menyebrang. Para pesepedah atau pejalan kaki tidak perlu susah payah melambaikan tangan agar kendaraan bermotor memberikan jalan kepada mereka. Masyarakat nya sangat tertib dan tidak mementingkat diri sendiri, bisa dibilang kalo mereka mau atau mudah diatur. Nah kalo di Jakarta ?? (kalo di luar Jakarta mungkin warganya masih mau mengalah) Ya kalian tau kan yang dimaksud egois itu gimana ? kebanyakan warga Jakarta selalu mementingkan diri sendiri, berkendara semaunya dan tidak mau mengalah, dan bahkan menyebabkan kecelakaan. Mereka susah untuk diatur, kalau sudah terjadi masalah atau kecelakan, mereka malah saling tuding satu sama lain, ujung-ujungnya ribut #miris
Nah kalo masalah individualis, orang prancis memang individualis (tapi ga semua orang prancis individualis), maskudnya individualis adalah mereka tidak suka mencampuri urusan orang lain yang memang bukan urusannya. Mungkin bisa dibilang kalau mereka tidak suka gosip kali ya, soalnya selama tinggal di Prancis, saya belom pernah nemu acara gosip di TV, nah kalau di Indonesia (bukan Jakarta aja), sehari ada berapa acara gosip tuh di TV ? Kalian juga tau kan (apa suka juga ? :p) kalau masyarakat kita ini terkadang suka mencampuri atau mau tau masalah orang lain, setelah itu ngegosip yang aneh2 deh, padahal tidak tau permasalahan sebenernya. Bener ga ? hehehe
Nah itu dia yang dimaksud beliau tentang orang prancis yang individualis tapi ga egois dan orang Indonesia yang sebaliknya. Yang perlu ditegaskan di sini adalah TIDAK SEMUA orang prancis dan orang indonesia sama seperti apa yang saya uraikan di atas, banyak kok yang kebalikan dari itu.
               
Hal terakhir yang saya serap selama saya di sini itu adalah ketika orang prancis itu buat kesalahan sepele banget (pake banget) aja langsung minta maaf dengan sangat tulus. Dan kalau habis ditolong hal sepele pun berterimakasih nya seperti habis dikasih apa gitu deh. Terus kalau habis beli sesuatu, turun dari angkutan umum, atau berpapasan dengan orang di jalan (kalo orang itu liat kearah kita) kata bonjour, bonsoir, bonne journée, bonne soirée, merci, dsb pasti akan terucap dari mulut mereka. Pokoknya dalam sehari, saya bisa berkali-kali mendengar kata bonjour, bonsoir, bonne journée, bonne soirée,bonne nuit, au revoir, merci, pardon, excusez-moi, dsb. Budaya barat seperti itu sebaiknya kita contoh, ya setidak nya sering-sering lah bilang makasih atau maaf ketika kita buat salah. Biar hidup terasa makin damai. Peace in Love, guys ! ;)

Udah segitu dulu aja yang mau saya  ampaikan atas penelitian kecil-kecilan saya ini, kalau ada salah-salah kata mohon dimaafkan dan dimaklumi ya kawan ;) MERCI

Salam , Naila.

Sunday, August 19, 2012

Behind the moon, my love

La lune émet sa lumière, avec moi dans un profond désir, ça me rappelle que ton sourire est si beau, la lune même n'est pas en mesure de décrire ton visage qui est si parfait. Le vent souffle de ton souffle sur mon visage, si réel et je ne pouvais pas ouvrir mes yeux. Je suis ici ce soir, seule, en pensant à toi, tu es loin derrière la lune, mais je sens ton amour, tu es ici avec moi, dans mon cœur, et sentir ta présence est la chose la plus heureuse dans ma vie. Mon cœur, l'amour ne s'endort jamais. Je t'aime .. Tu me manques..

Saturday, August 18, 2012

La petite belle ville, Soorts-Hossegor

Soorts-Hossegor is a commune in the Landes department in Aquitaine in south-western France, where I am right now..
Yapp! Sekarang aku lagi berada di salah satu kota kecil bernama Hossegor, terletak di selatan Prancis, Aquitaine, dan berbatasan dengan Spanyol.

Pantai Hossegor
Tak jauh dari tempat ku tinggal, ada pantai yang membentang luas bernama pantai Hossegor, sangat terkenal di kalangan turis dalam negeri maupun luar negeri, terutama di kalangan surfer kelas dunia. Matahari bersinar tanpa malu di kota ini, angin pun tak segan berhembus dan memberikan kesejukan. Kota yang sangat tertib dengan penduduk yang sangat ramah dan murah senyum.

Aksi lompat yang dilakukan seorang pria muda
Saat musim panas, hari begitu panjang dan matahari terbenam sekitar pukul 21:30, jadi semua orang bisa bersenang-senang sampai mereka benar-benar merasa lelah. Hampir semua orang yang ada di kota ini menghabiskan waktu di pantai, berjalan-jalan di sepanjang pusat kota atau yang biasa disebut Centre Ville, atau bermain di Lac d'Hossegor -Sebuah sungai yang sangat luas dan jernih. Biasanya orang-orang bermain melompat dari atas jembatan dan terjun bebas menuju dasar air, berenang, menyusuri sungai dengan bersepedah atau berjalan bersama kerabat atau anjing peliharaan, atau sekedar bersantai sambil bersenda gurau dengan sahabat-

Sunrise sur le lac d'Hossegor ♥
Ketika pagi tiba, banayk orang yang sudah melakukan aktifitas, entah itu berolah raga atau bergegas untuk bekerja, dan matahari pun akan menyambut mereka dengan sinar yang hangat.

Beginilah kehidupan di kota kecil nan indah bernaha Hossegor. 

Les gens vivent tranquillement et heureusement ♥ ♥ 
You have to come here someday and see how beautiful is this town, pals ! :)

A très bientôt et bonne journée !

.

Lebaran, Kebersamaan dan Cinta

18 Agustus 2012 dan esok adalah hari yang dinantikan oleh seluruh umat islam di dunia; hari raya idul fitri, atau yang biasa kita sebut lebaran, di mana umat islam merayakan hari kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Berkumpul bersama keluarga besar adalah suatu hal yang sangat dinantikan. Ketupat dan menu pendamping nya adalah makanan yang siap dihidangkan dan akan terasa sangat lezat. Betapa indah nya moment itu apabila dapat benar-benar terwujud. Namun sayang, aku tidak bisa merayakannya kali ini. Aku sedang berada di negeri lain yang sangat jauh dari tempat asal ku, aku berada di Hossegor, Prancis Selatan, dan belum ada satu pun orang islam yang aku temui di sini, yang artinya aku akan merayakan hari kemenangan kali ini seorang diri, ya...seorang diri. Tidak ada orang tua dan sanak saudara di sampi ku saat ini rasa nya begitu sulit, merayakan hari kemenangan tanpa mereka rasa nya tidak lengkap. Ingin rasa nya pergi mengunjungi KBRI yang berada di Paris, namun hal itu sangat tidak mungkin, padahal aku tahu bahwa di sana aku bisa melaksanakan solat ied dan juga menyantap hidangan lebaran yang disediakan.
Pelajaran hidup yang sangat berarti kali ini bahwa ketika kamu sendiri di saat moment penting adalah hal yang menyedihkan, jadi selama masih ada orang-orang yang kalian sayang saat moment indah, manfaatkan lah dan berbahagia lah sebelum kamu merasakan sepi nya sendiri... Aku bersyukur saat ini bahwa aku diberikan kesempatan untuk dapat memahami apa arti dari kebersamaan dan cinta...

PS: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 Hijriah. Qu'Allah fasse pleuvoir sur nous ses bénédictions!

Friday, August 17, 2012

La France où je suis (Part.2)

Okay, now I'm gonna tell you how can I be in France and how it feels. La France qui est magnifique, où je suis maintenant.
Seperti yang sudah pernah aku katakan, aku berada di Prancis saat ini, semua berawal dari mimpi, pikiran positif ku yang membantu ku untuk bisa menginjakan kaki di benua biru ini.
Aku mengikuti program Au Pair (www.aupair-world.net) di mana aku memilih Prancis sebagai negara tujuan ku. Tidak sebentar waktu yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan host family yang sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Aku menghabiskan waktu lebih dari setengah tahun untuk bisa mendapatkan host family ku saat ini, setidak nya waktu selama itu tidak terbuang dengan percuma. Mereka terdiri dari ibu dan seorang anak perempuan yang sangat baik dan manis.
Pengurusan dokumen memakan waktu 3 bulan, karena harus mengirim beberapa dokumen ke Prancis dan 
host family di Prancis juga harus mengirim beberapa dokumen untuk keperluan visa ku.
Tout est parfait! Semua dokumen yang dibutuhkan sudah lengkap, dari mulai kontrak au pair, passport, visa, dan beberapa dokumen lainnya, tiket pun sudah ada di tangan. Aku akan terbang ke negara impian ku dengan maskapai Qatar Airways pada tanggal 3 Agustus 2012, pukul 00:10 WIB.

Hari yang selalu aku nantikan pun tiba, tepat nya pada malam tanggal 2 Agustus, aku berangkat menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta bersama keluagra dan beberapa sahabat yang siap untuk melepas kepergianku malam itu. Perasaan ku bercampur aduk, tidak bisa dijelaskan, begitu bersemangat namun sangat sedih karena akan meninggalkan semua nya di Indonesia selama setahun. 

Pukul 22:30 aku meninggalkan semua orang yang mengantar ku ke bandara, emosi pun meledak dalam hitungan detik, air mata pun jatuh tidak tertahankan, dan aku harus siap menuju gerbong keberangkatan. Waktu terus berlalu, degup jantuk ku berdetak tidak terkira, darah ku terasa mengalir ke ujung kepala dengan cepat. Waktu pun tiba untuk segera memasuki kabin pesawat, sekitar pukul 00:20 pesawat pun lepas landas meninggalkan Indonesia menuju Bandara Internasional Doha, Qatar.

Air mata pun tidak bisa berhenti mengalir ketika aku berada di dalam pesawat, memikirkan bagaimana rasa nya hidup di dunia berbeda tanpa orang-orang yang selalu ada di samping ku, terasa begitu menyedihkan. Aku memperhatikan sekeliling ku, semua tertidur pulas, hanya ada beberapa orang yang masih terjaga seperti diri ku. Akhir nya, 2 jam sebelum pesawat mendarat, aku bisa memejamkan mata ku dan beristirahat untuk sejenak.

Sekitar pukul 05:00 waktu Doha, pesawat yang aku tumpangi pun mendarat di Bandara Internasional Doha, udara pagi itu terasa dingin. Aku menunggu di gate 19 untuk akhir nya terbang menuju Paris (CDG), Prancis. Menunggu sekitar 3 jam di bandara benar-benar tidak terasa. Pukul 07:25, aku bersiap untuk check in, dan bergegas memasuki pesawat.

Bandara Int. Doha, Qatar 
Pesawat selanjut nya menuju Paris, Prancis berangkat pukul 08:00 waktu Doha. Terbang sekitar 6 jam, pesawat yang aku tumpangi mendarat dengan selamat di Bandara Internasional Charles de Gaulle, Paris, Prancis pada pukul 14:25 waktu Paris.


Terminal 1 CDG, Paris Prancis.

Akhir nya mimpi ku untuk mengijakan kaki di negara mode pun sudah terwujud berkat doa, harapan, pikiran, usaha ku, dan dukungan dari semua orang yang percaya bahwa aku bisa! Bagaikan mimpi aku bisa berada di Prancis.

Dengan menaiki le car Air France, semacam bus damri kalau di Jakarta, aku menuju Bandara Paris Orly yang berada di selatan kota Paris, untuk menaiki pesawat selanjut nya menuju Biarritz, kali ini aku menggunakan maskapai Air France. Pesawat nya tidak begitu bagus, mungkin karena pesawat domestik, pramugari dan pramugara nya juga tidak secantik dan seganteng mereka yang bekerja di maskapai Qatar Airways :p
Sama seperti yang sudah aku lihat sebelum nya di Internet, dari CDG menuju Orly hanya akan memakan waktu 40-45 menit (Di negara maju seperti Prancis, semua nya sudah di perkirakan dengan baik, jadi kita bisa mengira-ngira ketika ingin merencanakan sesuatu, sebaiknya Indonesia bisa mencontoh Prancis dalam hal ketepatan waktu ^.^)
Sesampainya di Bandara Orly, seorang teman prancis yang juga sedang bekerja di Orly selama musim panas, menyambut ku dan membantuku untuk melakukan beberapa hal sampai pesawat ku lepas landas menuju Biarritz. Dan sekitar pukul 19:15, pesawat yang aku naiki-pun berangkat dan mendarat di Bandara Biarritz satu jam setelah nya. Bandara nya tidak besar dan tidak ramai, karena Bandara Biarritz bukan bandara internasional. Ketika aku memasuki gedung bandara, host family ku sudah menyambutku dengan senyum yang lebar dan siap membawaku ke rumah nya di Soorts-Hossegor. So excited!! ...

Air France terbang menuju Biarritz, Prancis Selatan





To be continue...

Wednesday, August 15, 2012

La France où Je Suis (Part 1)

Tout est commencé par un rêve , adalah sebuah kalimat sederhana yang sangat aku percaya kebenaran nya, aku selalu memulai segalanya dari mimpi, aku selalu bermimpi entah itu dari hal sederhana sampai hal besar yang bahkan orang tidak percaya bahwa aku bisa menggapai nya. Kalian tahu hukum tarik menarik ? Di mana pikiran positif dan negatif bisa menarik kalian ke dalam realita hidup. Ketika kalian percaya bahwa kalian bisa, maka kalian akan bisa melakukan nya, dan sebaliknya. Hukum itu yang selalu ada di pikiran ku, aku selalu percaya dan berpikir postitif untuk bisa mendapatkan sesuatu yang aku inginkan.
Suatu saat aku bermimpi untuk menginjakan kaki ku di benua eropa, dan aku memilih Prancis sebagai negara tujuan utama ku. Hal itu karena aku sangat mengagumi negara mode tersebut, aku mempelajari bahasa dan budaya nya di universitas, dan aku semakin yakin bahwa suatu saat nanti aku akan ke sana. Aku bukan seorang anak dari keluarga yang punya banyak harta, tidak murah biaya untuk pergi ke negeri impian ku, jadi tidak banyak orang yang percaya bahwa aku bisa. Namun mimpi ku terlalu besar untuk aku lupakan, aku terlalu percaya dan yakin bahwa aku bisa! Dan hukum tarik menarik pun selalu terbukti kebenaran nya untuk ku, je suis en France maintenant! La France où je suis!

To Be Continue...